Kemarin sore saya kedatangan pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan keluhan nyeri di tungkai bawah kiri karena tertabrak motor. Pasien datang dalam keadaan sadar dan setelah dilakukan pemeriksaan fisik ternyata hanya ditemukan luka ekskoriasi di parietal sinistra dan nyeri di daerah tibia kiri 1/3 distal. Setelah diberikan perawatan luka akhirnya dilakukan pemeriksaan penunjang radiologi untuk mengetahui lebih lanjut kondisi kaki kirinya tersebut.
Hasil xray menunjukkan ada garis fraktur di daerah 1/3 distal tibia sinistra. Setelah dilakukan informed consent kepada keluarga pasien akhirnya disepakati untuk dilakukan casting di daerah fraktur tersebut. Keluarga pasien sudah khawatir kalau penatalaksanaannya harus dilakukan dimeja operasi.Berhubung dokter spesialis ortopedinya sedang melakukan operasi, akhirnya ada penundaan casting hingga 2 jam lebih. Keluarga pasienpun setuju untuk menunggu hingga operasi selesai di UGD RS AMC. Tak lama setelah itu datanglah 3 orang yang masih famili dari pasien tersebut. Dari kejauhan tampak mereka melakukan pembicaraan yang serius. Akhirnya perwakilan dari mereka menghampiri saya, dan mereka berkata “Dok, maaf nampaknya pasien ini mau saya bawa pulang karena mau saya bawa ke dukun tulang.”, lalu saya menimpali begini “Pak, kenapa dibawa ke dukun tulang ?” jawabnya “Kemarin saudara saya dibawa ke dukun tulang, akhirnya bisa sembuh dengan baik. Jadi saya mau bawa anak itu ke dukun itu biar sembuh.” Saya cuma bisa tersenyum dan meminta agar perwakilan keluarganya mengisi surat keterangan untuk pulang paksa. Akhirnya pasien itupun melenggang keluar dengan tenangnya. Setelah operasi selesai, dr. Maggie SpOT pun bertanya “Mana pasiennya?”, saya jawab “ke bengkel dok..”. Beliaupun hanya bisa tersenyum
Permasalahannya adalah ternyate pengguna dukun tulang tidak hanya masyarakat awam, tapi seorang tenaga kesehatan selevel dokter pun masih ada yang menggunakan jasa dukun tulang. Bahkan lebih parahnya lagi ada pasien yang di”rujuk” ke dukun tulang dari sebuah rumah sakit dengan menggunakan ambulans. Sedihkan…? Apa kata dunia?
Tags: bengkel tulang, dukun tulang, fraktur, informed consent, ortopedi, UGD RS AMC










July 4th, 2008 at 23:01
Haree genee ternyata masih ada aja yang percaya sama dukun-dukunan ya…
Hee..
Salam kenal dari saya yang (baru) tau blog bapak dari Teh Ratna.
July 5th, 2008 at 01:43
Wah akhirnya ada yang mau datang juga..terima kasih ya..btw koq ke saya manggil bapak, trus ke istri saya manggil teteh..wah, segitu tuanya kah saya? hehehehe..
July 10th, 2008 at 11:35
Di dekat saya ada dukun tulang cukup terkenal…pas anak saya keseleo saat main basket, oleh pembantu dibawa kesana (ibunya masih dikantor)…..sebetulnya cuma diberi ramuan (entah kayaknya ada putih telornya), terus dibebat pakai bambu dan pelepah pisang….dan hebatnya sembuh.
Ada juga orang…yang walaupun sudah ke dokter tetap anaknya dibawa ke pak Sis ini….dia memeriksanya pakai kapas dicelup air, yang terasa sakit nanti kapasnya menjadi merah seperti ada darahnya. Saya nggak tahu kebenarannya, tapi saya pernah mencoba dan sembuh….lha cuma pusing biasa kok. Yang umum ya ke dokter, bahkan anak-anak kenal baik sama petugas puskesmas didekat rumah….jadi kalau ibu ke kantor pun mereka tetap aman, udah dibawa mbak lebih dulu…malamnya setelah ibu pulang dan panas belum turun baru dibawa ke dokter anak.
July 10th, 2008 at 23:46
halaaah…emang sampeyan tu dah sepuh mister.
July 11th, 2008 at 09:28
@ bu Edratna
Sebenarnya begini bu, ada beberapa tipe fraktur atau patah tulang dari yang levelnya ringan sampai berat. Untuk beberapa jenis patah tulang tertutup (artinya tidak ada luka sobek di sekitar patahan tulang) memang sebenarnya tanpa diapa2kan pun akan union atau bersatu.Permasalahannya adalah apakah union-nya itu seperti sedia kala atau tidak. Semua patah tulang pasti nyambung..DIJAMIN..hanya ya itu tadi apakah alignment-nya pas atau tidak hanya dokter yang bisa.
July 13th, 2008 at 13:23
Itu sih dokternya aja yang kelewatan, kayaknya.
August 7th, 2008 at 01:11
saya menggunakan jasa dokter tulang untuk mengobati patah tulang pundak saya, dan saya puas banget. Namun untuk kasus tertentu, contohnya tante saya, 20 tahun yang lalu, dia divonis untuk di potong kakinya, nah loh…. kok bisa, ya itu kata dokter. Namun ketika ke bengkel tulang di daerah banten beberapa bulan kemudian sudah bisa jalan, dan sekarang lumayan normal jalannya. Trus kalo pihak keluarga kami dulu tandatangan operasi pemotongan kaki, waduh… ceritanya beda kali…
February 15th, 2009 at 23:37
wah kalo bisa c y jangan terlalu menghina dukun patah tulang donk…… aku mahasiswa kedokteran tapi selama pengalamananku nih justru pengobatan medis yang sekarang banyak kelemahannya selain biaya juga ternyata emang banyak pengobatan alternatif yang lebih berhasil daripada medis bahkan bayak juga dokter herbal yang sampai benar2 g mau pake obat2n medis (dr.tan shot yen)aku ngefans banget am ni dokter sbb banyak penyakit yang g sembuh dg penanganan medis bisa sembuh lewat terapi dr.tan yah sekedar pengalaman aj mamaku dulu kena kanker bahkan am dokter disarankan utk operasi tp tu dokter ngasih kesempatan utk nyoba pengobatan alternatif selama jangka waktu 2 bulan kalo tetep g bisa y harus operasi n akhirnya mamaku mulai mencoba bom buah2n syukur deh tu kanker ilang dalam waktu 1 bulan lebih dikit
so saranku nih….. jangan melihat dari 1 kacamata aj donk….
o y widget kamu kok banyak amat c jadi lemot loh kalo yang mbaca makai inet pas2n so gunakan aj seperlunya…… ok
salam kenal
June 12th, 2009 at 08:31
temen2 semuanya, boleh minta tolong dimana bengkel tulang/dukun tulang didaerah bandung, kakak saya habis kecelakaan motor awalnya tidk tersa tapi setelah seminggu baru terasa dada nya sakit setelah di cek dan hasil ronsen ada perpindahan tulang di bagian tulang punggung, tolong kasih referensi ke alamat email budi.suryaman@perkinelmer.com
Admin says :Tuh, kan baru aja saya cerita tentang dukun tulang di atas, sekarang ada orang yang frustasi dengan teknik kedokteran dan mengambil cara lain yang tidak disarankan secara ilmiah
July 25th, 2009 at 18:53
assalamu’alaikumwrwb.
apakah bapak memiliki info mengenai dokter ortopedi perempuan, dan ada di rumah sakit mana? saya bermaksud periksa ke dokter ortopedi, tapi sejauh ini belum mendapat info mengenai dokter ortopedi perempuan.
mohon bantuannya, jika tidak berkeberatan dapat dikirim ke e-mail saya.
terima kasih.
wassalamu’alaikumwrwb.