Bulan Ramadhan tanpa terasa sudah kita masuki dan kita laksanakan. Bulan penuh sarana perbaikan, pengampunan dan keberkahan telah datang menghampiri kita. Sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita masih diberikan nikmat iman dan sehat untuk melaksanakannya. Bulan ini lebih dari 1.79 miliar umat islam di dunia ini berpuasa atas nama Allah SWT dengan harapan untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Kenapa lebih dekat? Karena orang beriman yang berpuasa pada hakikatnya sudah mendekati sifatnya seperti malaikat. Malaikat bisa menjadi makhluk yang dekat dengan Allah karena tidak makan dan minum, tidak memiliki hawa nafsu dan banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itulah kenapa Allah benar-benar menempatkan hamba-Nya yang berpuasa pada derajat yang tinggi.
Berpuasa memiliki dimensi dan faktor intrinsik secara spiritual dan religi. Di saat yang bersamaan berpuasa yang mana direkomendasikan oleh semua agama juga memiliki keuntungan ditinjau dari sisi ilmiah maupun medis. Dahulu kalangan medis banyak yang berasumsi negatif tentang puasa ini, karena mereka lebih percaya dengan pengobatan modern. Tetapi ketika dunia medis mulai beralih cara pandangnya dari menyembuhkan penyakit ke pencegahan penyakit, puasa mulai banyak dipergunakan lagi sebagai bagian dari upaya medis tesebut. Ada beberapa penyakit yang saat ini belum dapat diobati dengan cara pengobatan konvensional seperti misalnya pengobatan infeksi virus, penyakit mental, penyakit degeneratif kronis, penyakit alergi dan otoimun, penyakit psikosomatis dan beberapa bentuk kanker, ternyata dengan melalukan puasa ternyata sedikit banyak dapat memperbaiki kualitas hidup pasien tersebut, bahkan bisa membuat orang yang sehat menjadi lebih sehat lagi.Beberapa hal yang didapatkan dari penelitian ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
Read more…








