Perkembangan terakhir dari kisah ini.Sabtu kemarin sang duda bertemu dengan calon istrinya dan juga calon mertuanya. Akhirnya setelah mendapat masukkan dari saya, si duda memberanikan diri untuk mengemukakan hal yang sebenarnya. Dengan disertai caci maki dan tangisan akhirnya disampaikan juga hal yang sebenarnya. Hari ini rencananya si duda dan si janda akan bertemu. Rencananya juga akan rujuk. Cuma yang saya bingung kenapa mereka berdua keukeuh untuk tes DNA ya?
Any comment?
Ini kisah terjadi pada salah seorang perawat laki-laki di rumah sakitku. Ceritanya begini : Beberapa bulan yang lalu karena ketidakcocokan dalam rumah tangga, akhirnya sang istri memutuskan untuk menggugat cerai sang suami. Setelah dalam proses perceraian sempat tarik ulur antara diteruskan atau tidak proses perceraiannya, akhirnya tetap berlanjut proses tersebut. Tapi..ada satu hal yang ternyata tidak terperhatikan oleh KUA, ternyata si istri sedang hamil 3 bulan. Entah alasan kuat apa yang menyebabkan si istri terus melanjutkan proses perceraian. Akhirnya proses ceraipun dikabulkan. Setelah sekian lama berjalan,si duda pun sudah mendapatkan pengganti yang baru, yang menurut informasi sudah akan menjalankan pernikahannya. The problem is..kemarin si janda menelpon ke si duda, dan menginformasikan bahwa anaknya yang saat ini berusia 7 bulan merindukan sosok ayah.Sontak si duda kaget, dia bingung, nampaknya ada upaya dari si janda untuk balik lagi tapi bagaimana dengan calon istrinya yang sudah siap untuk dinikahi? bener-benar pilihan yang sulit…
My Analisis:
- Keputusan cerai tidak sah karena si istri sedang hamil. Referensi dalilnya saya sedang cari..itu juga katanya hehehe..jadi ya buat saya kembali aja lagi ke istri pertama…
- Bagaimana dengan calon istri yang kedua..?
- Si duda lebih baik menceritakan dengan detail dan jujur mengenai apa yang terjadi saat ini dan biarkan si calon istrinya ini mengambil keputusan
- SI calon istri ini harus mengambil sikap dengan tenang, tidak emosional dan harus berbesar hati. Ambil pilihan yang membuat dia dan keluarga besarnya nyaman.
- Kalaupun harus sakit hati yang sesakit-sakitnya, tetap harus mengambil keputusan yang terbaik.
- Jangan bunuh diri ya…
3. Istri pertama, saya sarankan balik lagi saja..dan ambil hikmah dari semua yang telah terjadi.
4. Poligami?. Cuma di wikipedia koq ga ada dampak positif terhadap istri ya?
5. Bagaimana menurut anda?








