Another case between dukun tulang vs orthopaedics
Author: drQ // Category: Daily Activities, Spiritual, medis
Kemarin saya kedatangan pasien lagi ke UGD RS AMC, wanita, 29 tahun, dengan diagnosa open fracture tibia et fibula dextra 1/3 distal displaced fragmented . Masalahnya adalah dia sudah mendapat luka patah tulang itu dari hari senin, jadi dihitung-hitung sudah 4 hari. Sang suami bercerita kepada saya.Pada awalnya sang istri di bawa ke RSHS karena beberapa waktu lalu salah seorang temannya di bawa ke sana saat patah tulang. Kemudian karena merasa mendapatkan pelayanan yang lama disana akhirnya dengan diberi sasus dari kiri kanan akhirnya pasien dibawa ke dukun tulang. Di sana pasien hanya di bungkus kassa dan kapas kemudian diimobilisasi dengan spalk kecil dan ditutup dengan elastic verband. Kemudian ketika sampai di UGD RS AMC saya bertanya ke si Bapak, beliau bilang katanya lagi panik jadi tidak sempat berfikir panjang. Setelah 4 hari baru setelah mendapat dorongan dari pihak perusahaan bekerja untuk dilakukan tindakan medis yang baik, baru si bapak mau dirawat di RS AMC Cileunyi. Akhirnya kami pun merawat si ibu dengan pemberian antibiotik dan analgetik setelah itu melihat respon dari pengobatan untuk diputuskan kapan akan dilakukan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Sambil menjalankan perawatan di UGD, si Bapak pun bertanya ke saya tentang dukun tulang. Saya hanya berkata asal patahnya sederhana, tertutup (tidak ada luka sobek), daerahnya pun di tulang panjang itu tidak perlu dibawa kemana-mana, asal mau istirahat dan imobilisasi pasti tulang akan menyambung (union). Masalahnya apakah alignmentnya baik atau tidak? oleh karena itu serahkanlah pada ahlinya yaitu dokter spesialis ortopedi dan traumatologi (dr. SpOT). Saya teringat hadist yang bunyinya begini “Apabila sesuatu urusan itu diserahkan bukan kepada ahlinya, maka nantikanlah kehancuran” - Hadith riwayat al-Bukhari.








