Sebulan yang lalu mobil saya diserempet bumper bagian kiri depannya oleh sebuah mobil minibus. Mobil itu sebelumnya ada dilajur kiri dan memang menyalakan lampu sign untuk belok ke kanan. Menurut hemat saya, mobil itu mungkin hanya akan menyalib motor yang ada di depannya eh ternyata dia langsung memotong jalur di depan saya dan guess what..krakkkk!! aduuuuh…! bumper saya kena….
Nampaknya pengemudinya tahu kalau mobilnya menyenggol mobil saya, akhirnya kamipun menepi untuk membicarakan masalah ini. Belum juga bicara lebih lanjut, si Bapak sudah cerita kalau dia baru pulang mudik dan mengeluarkan kartu anggota kepolisian termasuk surat-surat kendaraan yang menunjukkan bahwa itu kendaraan milik POLDA. Sikap bapak itu tak ayal membuat saya ill feel, ” Wah, belum apa-apa sudah unjuk gigi sebagai pegawai POLDA “…ya sudah akhirnya saya lihat dengan stress memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki bumper ini. Akhirnya kami pun berpisah dengan bertukar nomor HP.
Dengan bibir mobil seperti habis ditonjok, saya pun melanjutkan perjalanan saya. Baru sekian meter tiba-tiba ada mobil kijang merah yang baru keluar dari jalan komplek dan akan berbelok ke arah yang sama dengan mobil saya, saya fikir dia akan mengambil jalur paling kiri karena saya ada di jalur kanan dan saat itu memang kondisi lalu lintas sedang padat merayap..eh taunya hampir sama dengan mobil yang tadi, tiba-tiba mobil kijang itu makan jalur saya dan kraaakkk….!! aduuuuh…mobil saya kena lagi on the same spot dong…walaaaah..!! ada apa ini??? saya pun menepi lagi. Sesudah ketemu tetap saja tidak ada yang mau ngaku salah. Argumen si mobil kijang, dia menghindar motor dan mengikuti panduan dari pa ogah yang ada di pertigaan itu…tampak dia pun bingung melihat bumper mobil saya yang hancur berat, padahal itu tabrakan yang kedua di waktu yang berdekatan. Phew…
Keesokan harinya di rumah sakit saya ngobrok dengan driver ambulance RS AMC (Agus), ternyata dia pernah memperbaiki bumper mobil dengan cara di dempul. Wah dengan berbinar2 saya pun mengeluarkan duit sukarno hatta selembar untuk modal membeli dempul. Sim salabim dalam waktu sehari mobil sudah kembali seksi bibirnya…ternyata kalo bisa dikerjakan sendiri murah juga ya….cuma jeleknya saya sudah hampir 3 kali bumper saya terbentur batu atau pembatas parkir..tapi sekarang sudah tidak stress lagi karena sudah ada jago dempulnya..hehehehe….
Besok pagi, ada acara pelayanan Metode Operatif Wanita (MOW) dan Metode Operatif Pria (MOP), yang mana keduanya adalah merupakan bagian dari pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Rencananya akan diikuti oleh 150 orang peserta MOW dan 50 orang peserta MOP. Acara ini merupakan acara kali kedua yang pernah dilaksanakan oleh RS AMC di tahun 2008 ini.
Acara pada kali ini juga masih diselenggarakan dengan gratis alias tidak bayar. Hal ini disebabkan karena metode kontrasepsi yang lain masih dianggap tidak efisien terutama dari segi pembiayaan. Mau beli kondom, pil KB, IUD harus keluar uang, belum berfikir mengenai efek sampingnya.Oleh karena itu bagi ibu-ibu yang sudah paruh baya, atau sudah memiliki anak minimal tiga orang banyak yang tertarik untuk mengikuti acara ini. Namun begitu efek samping dari operasi MOW dan MOP ini pun ada. Kemarin saja ada 3 orang wanita pasca operasi yang mual dan muntah akibat efek obat biusnya. Tapi itu tidak menjadi masalah karena selalu saja ada pasien yang demikian. Bukan karena MOW atau MOPnya tapi karena anestesinya.








